Kamis, 13 Oktober 2011

CONTOH GUGATAN CERAI KOMULASI HADHANAH DAN NAFKAH ANAK

                                                                                                  Unaaha,  21 Juni 2011

Perihal : Gugat Cerai dan                                                      Kepada
               Hak Hadlanah serta                                        Yth. Ketua Pengadilan Agama Unaaha
               Nafkah Anak                                                          di
                                                                                                  Unaaha


Assalamu'alaikum wr. wb.
Dengan segala hormat, perkenankanlah saya yang bertanda tangan di bawah ini:
 yyyyyyyyy  binti xyxyx, umur  26 tahun, agama Islam, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan  Mahasiswa, tempat tinggal di  Jalan Poros Unaaha-Abuki RT.01 RW. 02 No. 52 Kelurahan Tongauna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe;
Selanjutnya disebut sebagai : “ Penggugat” ;
Bermaksud mengajukan gugat cerai, hak hadlanah dan nafkah anak kepada suami saya :
xxxxxx bin XXXXX, umur  32 tahun, agama Islam, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan  Honorer pada Kantor Bappeda Kab. Konawe, tempat tinggal di  Rahabangga, Kelurahan Puunaha, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe;
Selanjutnya disebut sebagai : “ Tergugat”;
Adapun alasan/dalil - dalil gugatan Penggugat sebagai berikut:
  1. Bahwa pada tanggal  20 Juni 2004,  Penggugat dengan  Tergugat  melangsungkan pernikahan yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan  Tongauna   sebagaimana ternyata dari Kutipan Akta Nikah Nomor :  46/04/V/2011 tanggal  10 Mei 2011; 
  2. Bahwa setelah menikah Penggugat dan Tergugat mengambil tempat di kediaman Rumah Orang tua penggugat di Kelurahan Tongauna selama 5 bulan dan selanjutnya tinggal di rumah orang tua tergugat di Unaaha selama 7 bulan kemudian berpindah kediaman di rumah kost di Unaaha selama 2 tahun kemudian kembali kerumah kediaman orang tua penggugat sebagai tempat kediaman bersama terakhir.; 
  3. Bahwa selama pernikahan antara  Penggugat  dengan  Tergugat  telah hidup rukun sebagaimana layaknya suami istri  dan dikaruniai  2  orang anak bernama :
          a.   Nur Ramadhani Yuzul bin xxxxxxxxxxxxx (SD);
          b.   Sonia Septiani binti xxxxxxxxxxxxxxx( belum sekolah).
4.  Bahwa sejak  sejak bulan November 2009  kehidupan rumah tangga antara  Penggugat dengan  Tergugat mulai tidak harmonis dengan adanya perselisihan antara  Penggugat dengan  Tergugat  yang terus menerus dalam rumah tangga yang sulit untuk dirukunkan lagi yang disebabkan antara lain:
  •   Tergugat suka minum minuman keras sampai mabuk 
  •   Tergugat sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap penggugat dan anaknya dengan  sering melakukan pemukulan
5.  Bahwa Puncak keretakan hubungan rumah tangga antara  Penggugat  dengan  Tergugat  tersebut terjadi kurang lebih pada  pada tanggal 2 Februari 2010 yang disebabkan tergugat yang dalam keadaan mabuk datang ke rumah sambil melakukan kekerasan dengan merusak perabot rumah tangga dan bahkan mengancam penggugat dengan menggunakan pisau dapur., yang akibatnya  tergugat pergi meninggalkan penggugat dan berpisah kediaman sampai sekarang;
6.   Bahwa  2 orang anak  sebagaimana tersebut di atas masih dibawah umur dan tentu masih sangat bergantung kepada bantuan dan pertolongan Penggugat selaku ibu kandungnya, dan karenanya demi pertumbuhan mental dan fisik  2 orang anak tersebut semata-mata untuk kepentingan mereka, maka sudah selayaknya Penggugat ditetapkan sebagai pemegang hak hadlanah dari  2 orang anak tersebut;
7.  Bahwa anak pertama dari penggugat dan tergugat yang bernama Nur Ramadhani Yuzul bin Fandi Mudran saat ini berada dibawah penguasaan tergugat, namun penggugat menghawatirkan perkembangan psikis dari anak tersebut mengingat prilaku dari penggugat yang sering berbuat kasar dan mabuk-mabukan, olehnya itu penggugat memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menghukum tergugat menyerahkan anak tersebut kepada penggugat;
8. Bahwa Tergugat selaku bapak kandung anak-anak tersebut telah mempunyai pekerjaan tetap yang mempunyai penghasilan tetap   dan karenanya layak jika Tergugat dibebani tanggung jawab untuk memberikan kepada Penggugat nafkah pemeliharaan atas anak minimal sebesar  Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk setiap bulannya;
9.   Bahwa dengan kejadian tersebut rumah tangga antara  Penggugat  dengan  Tergugat  sudah tidak lagi dapat dibina dengan baik sehingga tujuan perkawinan untuk membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah sudah sulit dipertahankan lagi; dan karenanya agar masing-masing pihak tidak lebih jauh melanggar norma hukum dan norma agama maka perceraian merupakan alternatif terakhir bagi  Penggugat untuk menyelesaikan permasalahan antara  Penggugat dengan  Tergugat;

Berdasarkan alasan/dalil-dalil diatas, Penggugat mohon agar Ketua Pengadilan Agama Unaaha segera memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi :
Primer :
1.   Mengabulkan gugatan Penggugat;
2.   menjatuhkan talak satu ba'in shugra tergugat(Fandi Mudran bin Lamambo) terhadap penggugat (Desy Risnawati binti Dudung);
3.   Menetapkan Penggugat sebagai pemegang hak hadlanah 2 orang anak yang bernama Nur Ramadhani Yuzul bin Fandi Mudran dan Sonia Septiani binti Fandi Mudran;
4.  menghukum tergugat untuk menyerahkan anak pertama penggugat dan tergugat yang bernama Nur Ramadhani Yuzul bin Fandi Mudran kepada penggugat
5.   Memerintahkan kepada Tergugat untuk memberikan kepada Penggugat biaya pemeliharaan  anak minimal sebesar     Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah)  untuk setiap bulannya;
5.Biaya perkara menurut Hukum ;
Subsider :
Mohon Putusan yang seadil-adilnya;
      Demikian atas terkabulnya gugatan ini, Penggugat menyampaikan terima kasih. Wassalamu'alaikum wr. wb.

                                                                           Hormat Penggugat,


                                                                          yyyyyyyyy  binti xyxyx

Selasa, 09 Agustus 2011

HIKMAH PUASA (VI)


Sudah menjadi kesepakatan para ahli medis, bahwa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mencerna dan mengolah makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.
Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sehat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim yaitu :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Berpuasalah maka kamu akan sehat"
(HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)
Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa"
(HR. Ibnu Majah)
Dalam penelitian ilmiah, kebenaran hadis ini terbukti antara lain :
1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.
2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibbul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb.
3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.
4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah.

Senin, 08 Agustus 2011

HIKMAH PUASA (VI)

Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga...
Puasa sebagai sarana pendidikan bagi manusia untuk dapat mengendalikan diri dari hawa nafsunya
Puasa sebagai benteng diri manusia dari segala godaan duniawi...
Akankah mampu melewati semua godaan duniawi...???
Puasa sebagai ungkapan rasa syukur manusia atas segala rezeki yang telah ia dapatkan..namun juga
sebagai sarana introspeksi diri bahwa semua rezeki yang ia peroleh adalah sebagiannya adalah hak milik orang lain yang tidak seberuntung dirinya.....sehingga jika ia berpuasa, dia akan merasakan juga penderitaan saudaranya yang tidak seberuntung dirinya......

Jumat, 05 Agustus 2011

HIKMAH PUASA (V)

Puasa adalah semacam latihan agar kita dapat mengendalikan dan menundukkan Jasad.
Tujuannya, agar kita dapat membawanya kepada sebuah tujuan, yakni kepada ALLAH
Hidup ini adalah perjalanan menuju "Ma'rifatullah", Dan puasa tidak lain adalah latihan 
dalam perjalanan perjalanan itu.
Dengan puasa, kita berlatih menunggangi jasad kita dengan rasa lapar dan haus agar bisa 
sampai ke tujuan, yakni "Ma'rifatullah" (Mushthafa Mahmud)

HIKMAH PUASA (IV)

Puasa melahirkan dan menumbuhkan kekuatan spritual kita.
Manusia adalah makhluk Dwidimensi : Ruh dan Jasad.
Jasad kita memiliki kebutuhan-kebutuhan, seperti makan dan minum.
Ruh kita memiliki aneka macam kebutuhan seperti ibadah dan berpikir akan keagungan sang khalik (TADABBUR).
Bila kita mengabaikan kebutuhan-kebutuhan ruh kita, lalu kita hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan 
jasad, berarti kita telah berpindah dari alam malaikat ke alam hewani (Abdullah mahmud Syahatah)

HIKMAH PUASA (III)

Allah mewajibkan puasa dengan maksud untuk menyucikan jiwa dan menguatkan ruhani kita agar terbebas dari kekuasaan hawa nafsu, agar keluar dari penjara jasad, dan agar dapat mengalahkan kecenderungan-kecenderungan syahwat.
Dengan semua itu, ruh kita diharapkan dapat naik dan mendekat ke alam malaikat dan dapat mengetuk pintu-pintu langit dengan doa sehingga pintu-pintu itu terbuka.(Abdullah Mahmud Syahatah)

HIKMAH PUASA (II)

Puasa bertujuan untuk menggapai derajat takwa dan rasa takut (khasyyah) kepada sang khalik.
Puasa juga merupakan latihan untuk menyadari tentang kehadiran dan pengawasan sang pencipta dalam hidup kita.
Inilah yang dinamakan latihan "MURAQABAH", merasa diawasi dan diintai oleh-Nya.


HIKMAH PUASA (I)

Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum,
Puasa juga harus pula menahan diri dari perbuatan sia-sia dan ucapan tidak senonoh.
Maka, apabila orang lain menunjukkan cercaan dan kejahilan terhadapmu, janganlah membalasnya dengan perbuatan seperti itu, tetapi katakanlah, "Aku sedang puasa...aku sedang puasa".

MUJAHID SEJATI

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa yang disebut mujahid adalah orang yang mengerahkan kemampuannya untuk melawan dan menundukkan hawa nafsunya.
Berjuang melawan dan menundukkan hawa nafsu tergolong jihad akbar.Sementara, jihad melawan musuh di medan perang termasuk "Jihad Asghar(Jihad terkecil), karenanya, setelah selesai dari perang Badar, Rasulullah mengatakan kepada pasukan kaum muslimin," Kita kembali dari jihad terkecil menuju jihad terbesar"..
Ramadhan sebagai momentum kebangkitan untuk melawan hawa nafsu yang selama ini membelenggu nafas kehidupan manusia...
Bukankan manusia diciptakan dengan segala akal pikirannya mendampingi nafsunya???
Akankah kita dapat menaklukkan sang Nafsu..??
Ataukah kita yang diperbudak sang Nafsu..??
Akankah Kita Keluar sebagai sang pemenang...????
Kenapa tidak....

Minggu, 27 Maret 2011

OBAT HATI

Masih ingat dengan lagi "Tombo Ati" yang dipopulerkan OPICK.....
lyricnya.........
obat hati ada lima perkaranyayang pertama, baca Qur’an dan maknanya
yang kedua, sholat malam dirikanlah
yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh
yang keempat, perbanyaklah berpuasa
yang kelima, dzikir malam perpanjanglah
salah satunya siapa bisa menjalani
moga-moga Gusti Allah mencukupi
singkat namun mengandung makna yang sangat mendalam...
di jaman yang sudah edan, manusia yang terlarut dalam rutinitasnya terkadang menghadapi benturan dalam menghadapi cobaan hidup, sehingga kebenaran menjadi terlupakan... yang ada hanyalah kemunafikan, membohongi kata hati dan muncullah penyakit hati..
Namun semua penyakit hati dapat kita sembuhkan dengan mencoba 5 obat hati tersebut.
sebagai seorang muslim, saya sangat yakin dan percaya akan keampuhan resep tersebut dan menjadi obat yang sangat mujarab bagi kita dalam menjalani kerasnya hidup...
bukan sok pintar, sok suci, sok alim .....
saya juga seorang manusia biasa yang tidak pernah lepas dari kesalahan dan serangan penyakit hati..Namun sebagai pengikut Muhammad SAW saya hanya mencoba untuk menyarankan kepada saudara/ri ku...
saya juga pernah mengalami masa kelam dalam hidup..namun saya yakin ALLAH SWT maha pengasih dan penyayang dan selalu memberikan pintu tobat bagi kita yang ingin menjadi insan beriman...
hanya kepadanya tempat kita berteduh dari segala kepalsuan dunia...
semoga damai dalam hati selalu hadir dalam kehidupan kita
semoga ALLAH SWT membukakan pintu maaf bagi kita sebelum mengahadap kepadanya .....amin ya robbal alamin..

Kamis, 18 November 2010

MEMAKNAI IDUL ADHA . . . . . . . .

Kata Idul Adha artinya kembali kepada semangat berkurban. Berbeda dengan Idul Fitri yang artinya kembali kepada fitrah. Bila Idul Fitri berkaitan dengan ibadah Ramadhan, di mana setiap hamba Allah selama Ramadhan benar-benar disucikan sehingga mencapai titik fitrah yang suci, tetapi dalam Idul Adha tidak demikian. Idul Adha lebih berupa kesadaran sejarah akan kehambaan yang dicapai nabi Ibrahim dan nabi Ismailalaihimus salam. Karenanya di hari tersebut ibadah yang paling utama adalah menyembelih kurban sebagai bantuan terhadap orang-orang miskin.
Dalam surah Ash Shaffat 100-111, Allah swt. menggambarkan kejujuran nabi Ibrahim dalam melaksanakan ibadah kurban. Indikatornya dua hal:

Pertama, al istijabah al fauriyah yakni kesigapannya dalam melaksanakan perintah Allah sampai pun harus     menyembelih putra kesayangannya.
Ini nampak ketika nabi Ibrahim langsung menemui putranya Ismail begitu mendapatkan perintah untuk menyembelihnya. Di saat yang sama ia langsung menawarkan perintah tersebut kepadanya. Allah berfirman:
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”
Dan ternyata al istijabah al fauriyah ini nampak juga pada diri Ismail ketika menjawab:
“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Kedua, shidqul istislam yakni kejujuran dalam melaksanakan perintah.
Allah berfirman: “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).”

Inilah pemandangan yang sangat menegangkan. Bayangkan seorang ayah dengan jujur sedang siap-siap melakukan penyembelihan. Tanpa sedikitpun ragu. Kata aslamaa yang artinya keduanya berserah diri menunjukkan makna bahwa penyerahan diri tersebut tidak hanya terjadi sepihak, melainkan kedua belah pihak baik dari Ibrahim maupun Ismail. Di sanalah hakikat kehambaan benar-benar nampak. Bahwa sang hamba tidak ada pilihan kecuali patuh secara tulus kepada Tuhannya. Suatu teladan kehambaan yang harus ditiru setiap orang beriman yang berjuang menuju derajat kehambaan. Karenanya pada ayat 100 seteleh itu, Allah menegaskan bahwa keduanya benar-benar hamba-Nya, Allah berfirman: “Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

Dari sini nampak bahwa untuk mencapai derajat kehambaan sejati, tidak ada lain kecuali dengan membuktikan al istijabah al fauriyyah dan shidqul istislam. Nabi Ibrahim dan nabi Ismail telah membuktikan kedua hal tersebut. Allah swt. yang Maha Mengetahui telah merekamnya. Bila Allah yang mendeklarasikannya maka itu persaksian yang paling akurat. Tidak perlu diperbincangkan lagi. Bahkan Allah swt. mengabadikannya dengan menjadikan hari raya Idul Adha. Supaya semua hamba Allah setiap tahun selalu bercermin kepada nabi Ibrahim dan nabi Ismail.
Dengan demikian, esensi Idul Adha bukan semata ritual penyembelihan kurban, melainkan lebih dari itu, membangun semangat kehambaan nabi Ibrahim dan nabi Islamil dalam kehidupan sehari-hari.

Yang perlu dikritisi dalam hal ini, adalah bahwa banyak orang Islam masih mengambil sisi ritualnya saja, sementara esensi kehambaanya dilupakan. Sehingga setiap tahun umat Islam merayakan Idul Adha, tetapi prilaku kesehariannya menginjak-injak ajaran Allah swt. Apa-apa yang Allah haramkan dengan mudah dilanggar. Dan apa-apa yang Allah perintahkan diabaikan. Bukankah Allah berfirman udkhuluu fissilmi kaafaah? Tapi di manakah makna kaffah itu dalam dataran kehidupan umat Islam? Karena itu, setiap kita memasuki hari raya Idul Adha, yang pertama kali harus kita gelar adalah semangat kehambaan yang kaffah kepada Allah. Bukan kehambaan sepenggal-sepenggal, atau kehambaan musiman.
Berapa banyak orang Islam yang rajin mentaati Allah di bulan Ramadhan saja, sementara di luar Ramadhan tidak demikian.

Berapa banyak orang Islam yang rajin ke masjid selama di Makkah saja, sementara setelah kembali ke negerinya, mereka kembali berani berbuat dosa tanpa merasa takut sedikitpun. 

Sekarang apakah kita bisa memaknai idul adha sebagai sarana introspeksi diri atau sekedar sarana pamer kekayaan?????

Minggu, 14 November 2010

LEBIH BAIK AKU DIAM

Lebih baik jika aku diam, agar aku dapat beribadah tanpa harus besusah payah, bukankah diam itu sebagian dari ibadah…..
Lebih baik jika aku diam, bukankah diam itu sebuah perhiasan tanpa harus bersusah payah untuk berhias…
Lebih baik jika aku diam, bukankah diam itu kekuatan tanpa kerajaan…..
Lebih baik jika aku diam, bukankah diam itu benteng tanpa pagar….
Lebih baik jika aku diam, bukankah diam itu kekayaan tanpa harus meminta maaf kepada orang…
Lebih baik aku diam, bukankah diamku membuat kedua melaikat pencatat amal akan lebih banyak beristirahat…
Lebih baik aku diam, bukankah diamku membuat tertutup segala aibku..
Lebih baik aku diam, bukankah diamku mengurangi dosa orang terhadap diriku…

DOA SEORANG ISTRI SHALEHAH

Ya Allah..Kau ampunilah dosa ku yang telah kuperbuat.
Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yang tiada terbatas.
Kau berikanlah aku kekuatan mental.
Kau karuniakanlah aku dengan sifat keridhaan.
Kau peliharalah lidahku dari kata-kata nista.
Kau kuatkanlah semangatku menempuhi segala cobaan Mu.
Kau berikanlah aku sifat kasih sesama insan.
 
Ya Allah…
Sekiranya suamiku ini adalah pilihan Mu di Arsh.
Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya.
Sekiranya suamiku ini adalah suami yang akan membimbing tanganku dititianMu.
Kurniakanlah aku sifat kasih dan ridha atas segala perbuatannya.
Sekiranya suami ku ini adalah bidadara untuk ku di Jannah Mu.
Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk akan segala perintahnya.
Sekiranya suami ku ini adalah yang terbaik untukku di Dunia Mu.
Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya.
Sekiranya suami ku ini jodoh yang dirahmati oleh Mu.
Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala keanekaragamnya.

Tetapi ya Allah…
Sekiranya suami ku ini ditakdirkan bukan untuk diriku seorang.
Kau tunjukkanlah aku jalan yang terbaik untuk aku arungi segala takdirMu.
Sekiranya suami ku tergoda dengan keindahan dunia Mu.
Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya.
Sekiranya suamiku tunduk terhadap nafsu yang melalaikan.
Kurniakanlah aku kekuatan Mu untuk aku memperbetulkan keadaanya.
Sekiranya suamiku menyintai kesesatan.
Kau pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari terus terlena.

Ya Allah…
Kau yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku.
Kau juga yang Maha Mengampuni segala kesilapan dan keterlanjuranku.
Sekiranya aku tersilap berbuat keputusan.
Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau ridhai.
Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai isteri
Kau hukumlah aku di dunia tetapi bukan di akhirat Mu
Sekiranya aku ingkar dan durhaka
Berikanlah aku petunjuk kearah rahmatMu
Ya Allah…
Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMu.
Aku buta tanpa bimbingan Mu.
Aku cacat tanpa hidayah MuAku hina tanpa Rahmat Mu.

Ya Allah,
Kuatkan hati dan semangatku.
Tabahkan aku menghadapi segala takdir dan cobaanMu.
Jadikanlah aku isteri yang disenangi suami.
Bukakanlah hatiku untuk menghayati agama Mu.
Bimbinglah aku menjadi isteri Solehah.
Hanya pada Mu,
Ya Allah

Ku mohon segala harapan.
Karena aku pasrah dengan takdirMu.
Karena aku sadar hinanya aku.
Karena aku insan lemah yang kerap keliru.
Karena aku lalai dengan keindahan duniaMu
Karena kurang kesabaran ku menghadapi ujian Mu
Karena pendek akal ku mengarungi ujian Mu

Ya Allah Tuhanku…….
Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati.
Isteri yang dikasihi.
Isteri yang solehah.
Isteri yang senantiasa dihati
Amin, Ya Rabbi Allamin…….

BY risma posted Edi Albugizi

Rabu, 10 November 2010

BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Sedih, bingung, dan marah sering menyelimuti saat-saat seperti ini. Terutama saat memikirkan orang-orang yang kita kasihi. Mereka kurang makan, kurang bersenang-senang, malah kesedihan yang mereka dapatkan. Ini pasti menyakitkan, bahkan lebih menyakitkan dibandingkan melihat kesengsaraan diri sendiri.
Namun tidak perlu khawatir. Itu adalah bagian dari hidup. Meski tidak dibilang semua, banyak orang, pernah mengalami hal itu. Juga, orang-orang besar pernah mengalami hal yang sama. Termasuk saya, saya pernah mengalami hal yang sama.
Lalu, apa yang harus dilakukan?
Langkah pertama, teruslah berdo’a memohon pertolongan dari Allah. Jangan mengatakan “saya telah berdo’a”. Teruslah berdo’a, karena kadang do’a kita tidak langsung dikabulkan atau kita belum benar-benar serius dalam berdo’a. Jika sampai saat ini do’a masih belum dikabulkan oleh Allah, artinya kita harus lebih khusuk dan lebih sering dalam berdo’a. Jangan lupa iringi dengan ibadah, karena bisa jadi kita berdo’a tetapi kita melupakan ibadah lainnya.
Langkah kedua ialah dengan tawakal secara total. Bukankah harus berusaha? Ya, tentu saja. Nanti kita bahas. Satu per satu donk. Tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah, secara total. Benar-benar tawakal. Berdo’a adalah langkah awal untuk bertawakal.
Jika kita sudah menyerahkan urusan kepada Allah, maka konsekuensinya kita harus mengikuti bimbingan dan petunjuk Allah. Jika ada ide, gagasan, dan peluang, segeralah sambut. Bertindaklah dengan segera, jangan diam. Bisa jadi itu adalah petunjuk dari Allah, bisa jadi itu adalah bentuk pertolongan dari Allah.
Bagaimana jika bukan? Kita tidak pernah tahu sebelum dilaksanakan, sebab kita tidak bisa berkomunikasi dengan Allah. Satu-satunya cara untuk mengetahui ialah dengan cara mencobanya. Bagaimana jika salah? Tidak apa-apa, coba saja. Diam tetap terpuruk, oleh karena itu mendingan mencoba, ada peluang untuk berhasil.
Langkah ketiga ialah bertindaklah. Jika Anda belum atau tidak merasa mendapatkan petunjuk, tetaplah untuk bertindak. Anda harus keluar mencari solusi. Bertindaklah dengan penuh keyakinan karena Anda sudah bedo’a dan bertawakal kepada Allah. Tindakan saat ini berbeda dengan tindakan tanpa do’a dan tawakal.
Apa saja tindakan yang perlu dilakukan saat masih bingung?
  1. Belajar. Bisa dengan cara membuka buku, bertanya kepada orang lain, membaca ebook, artikel, dan apa pun yang bisa Anda pelajari. Jika Anda serius, Anda bisa berinvestasi dengan produk-produk Zona Sukses, saran saya miliki ebook Daya Ungkit. Daya ungkit akan menjelaskan bagaimana Anda bisa keluar dari masalah dengan modal apa yang sudah Anda miliki saat ini.
  2. Silaturahim. Dalam hadits Nabi saw, jika kita ingin dilapangkan rezeki kita harus menyambung silaturahim. Saya merasakan kebenaran hadits ini. Jangan diam saja. Keluarlah dari rumah, Anda bisa ke masjid atau ke tempat berkumpulnya orang. Bukan berarti Anda harus mengeluh ke semua orang. Tetapi dengan silaturahim Anda bisa mendapatkan ilmu dan peluang.
Langkah keempat ialah bersyukurlah. Ini yang sering dilupakan. Karena merasa sedang terpuruk, pikirnya tidak mendapatkan nikmat. Ini salah besar. Oh ya… sebenarnya kita tahu mendapatkan banyak nikmat, tetapi karena sedang susah, suka lupa bersyukur.
“Tapi nikmat saya sedikit”. Jika memang Anda rasakan nikmat Anda sedikit, kenapa Anda berpikir akan mendapatkan nikmat lebih banyak? Sedikit saja sudah lupa bersyukur, apalagi banyak. Atau, jika saat ini tidak bersyukur, maka tidak ada jaminan setelah mendapatkan nikmat banyak akan bersyukur. Jadi, syukuri nikmat yang Anda miliki, insya Allah akan ditambah.
Insya Allah, jika kita mengikuti langkah-langkah diatas, kita akan bangkit dari keterpurukan dengan bantuan Allah. Saya sudah membuktikannya. Yang penting adalah jangan menyerah, teruslah berdo’a dan berikhtiar, insya Allah, Anda akan bangkit dari keterpurukan.

Senin, 08 November 2010

KIAT ORANG SUKSES

Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:
1.   Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
2.    Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
3.    Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.
4.    Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
5.    Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
6.    Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
7.   Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finish.Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.