Selasa, 09 Agustus 2011

HIKMAH PUASA (VI)


Sudah menjadi kesepakatan para ahli medis, bahwa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mencerna dan mengolah makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.
Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sehat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim yaitu :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Berpuasalah maka kamu akan sehat"
(HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)
Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa"
(HR. Ibnu Majah)
Dalam penelitian ilmiah, kebenaran hadis ini terbukti antara lain :
1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.
2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibbul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb.
3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.
4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah.

Senin, 08 Agustus 2011

HIKMAH PUASA (VI)

Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga...
Puasa sebagai sarana pendidikan bagi manusia untuk dapat mengendalikan diri dari hawa nafsunya
Puasa sebagai benteng diri manusia dari segala godaan duniawi...
Akankah mampu melewati semua godaan duniawi...???
Puasa sebagai ungkapan rasa syukur manusia atas segala rezeki yang telah ia dapatkan..namun juga
sebagai sarana introspeksi diri bahwa semua rezeki yang ia peroleh adalah sebagiannya adalah hak milik orang lain yang tidak seberuntung dirinya.....sehingga jika ia berpuasa, dia akan merasakan juga penderitaan saudaranya yang tidak seberuntung dirinya......

Jumat, 05 Agustus 2011

HIKMAH PUASA (V)

Puasa adalah semacam latihan agar kita dapat mengendalikan dan menundukkan Jasad.
Tujuannya, agar kita dapat membawanya kepada sebuah tujuan, yakni kepada ALLAH
Hidup ini adalah perjalanan menuju "Ma'rifatullah", Dan puasa tidak lain adalah latihan 
dalam perjalanan perjalanan itu.
Dengan puasa, kita berlatih menunggangi jasad kita dengan rasa lapar dan haus agar bisa 
sampai ke tujuan, yakni "Ma'rifatullah" (Mushthafa Mahmud)

HIKMAH PUASA (IV)

Puasa melahirkan dan menumbuhkan kekuatan spritual kita.
Manusia adalah makhluk Dwidimensi : Ruh dan Jasad.
Jasad kita memiliki kebutuhan-kebutuhan, seperti makan dan minum.
Ruh kita memiliki aneka macam kebutuhan seperti ibadah dan berpikir akan keagungan sang khalik (TADABBUR).
Bila kita mengabaikan kebutuhan-kebutuhan ruh kita, lalu kita hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan 
jasad, berarti kita telah berpindah dari alam malaikat ke alam hewani (Abdullah mahmud Syahatah)

HIKMAH PUASA (III)

Allah mewajibkan puasa dengan maksud untuk menyucikan jiwa dan menguatkan ruhani kita agar terbebas dari kekuasaan hawa nafsu, agar keluar dari penjara jasad, dan agar dapat mengalahkan kecenderungan-kecenderungan syahwat.
Dengan semua itu, ruh kita diharapkan dapat naik dan mendekat ke alam malaikat dan dapat mengetuk pintu-pintu langit dengan doa sehingga pintu-pintu itu terbuka.(Abdullah Mahmud Syahatah)

HIKMAH PUASA (II)

Puasa bertujuan untuk menggapai derajat takwa dan rasa takut (khasyyah) kepada sang khalik.
Puasa juga merupakan latihan untuk menyadari tentang kehadiran dan pengawasan sang pencipta dalam hidup kita.
Inilah yang dinamakan latihan "MURAQABAH", merasa diawasi dan diintai oleh-Nya.


HIKMAH PUASA (I)

Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum,
Puasa juga harus pula menahan diri dari perbuatan sia-sia dan ucapan tidak senonoh.
Maka, apabila orang lain menunjukkan cercaan dan kejahilan terhadapmu, janganlah membalasnya dengan perbuatan seperti itu, tetapi katakanlah, "Aku sedang puasa...aku sedang puasa".